Intisarinews.co.id – Calon Rektor Universitas Lampung (Unila) periode 2027–2031, Dr. Budiyono, S.H., M.H., menyampaikan paparan terakhir di Gedung Serbaguna (GSG) Universitas Lampung.
Dalam paparannya, Budiyono menekankan pentingnya kepemimpinan yang berlandaskan integritas, kebijaksanaan, keteladanan, dan semangat pengabdian untuk mendorong kemajuan Unila hingga semakin diperhitungkan di tingkat dunia.
Ia menyampaikan bahwa kepemimpinan sejati tidak semata-mata diukur dari jabatan, kewenangan, ataupun prestasi yang diraih. Lebih dari itu, seorang pemimpin harus mampu menjaga kepercayaan, memberikan keteladanan, serta menghadirkan manfaat nyata bagi lingkungan dan masyarakat.
Menurut Budiyono, ilmu pengetahuan perlu berjalan beriringan dengan kebijaksanaan, prestasi harus ditopang oleh integritas, dan kewenangan mesti diwujudkan melalui sikap keteladanan.
“Ilmu menjadikan kita berpengetahuan, tetapi kebijaksanaan menjadikan kita layak dipercaya. Prestasi mengundang pujian, tetapi integritas menjaga kehormatan. Jabatan memberi kewenangan, tetapi keteladanan menghadirkan kewibawaan,” ujar Budiyono.
Ia menegaskan bahwa nilai-nilai tersebut merupakan fondasi penting bagi seorang pemimpin dalam menjalankan amanah. Dalam lingkungan perguruan tinggi, kepemimpinan yang berintegritas dan mengedepankan keteladanan dinilai penting untuk menjaga kepercayaan, memperkuat budaya akademik, serta membangun institusi yang berorientasi pada kemajuan bersama.
Selain menyoroti integritas, Budiyono juga menekankan pentingnya menjaga persaudaraan di tengah perbedaan pandangan. Menurutnya, perbedaan tidak seharusnya menjadi penghalang untuk membangun kebersamaan, tetapi justru dapat menjadi ruang untuk bertukar gagasan dan memperkaya kebijaksanaan.
“Perbedaan pandangan tidak seharusnya memutus persaudaraan, melainkan memperkaya kebijaksanaan,” tegasnya.
Ia berpandangan bahwa dinamika dan perbedaan pendapat merupakan bagian yang wajar dalam kehidupan sebuah institusi. Karena itu, perbedaan perlu disikapi secara dewasa melalui komunikasi, sikap saling menghormati, dan komitmen untuk mengutamakan kepentingan bersama.
Dalam konteks Unila, semangat kebersamaan tersebut menjadi penting untuk memastikan seluruh unsur universitas dapat berkontribusi dalam mewujudkan tujuan institusi. Sinergi antarelemen perguruan tinggi diperlukan agar gagasan, kebijakan, dan program pengembangan dapat berjalan secara berkesinambungan.
Dorong Unila Terus Berkembang dan Melampaui Pencapaian
Dalam paparannya, Budiyono turut mengingatkan bahwa keberhasilan yang telah diraih tidak boleh menjadi alasan untuk berhenti berinovasi. Sebaliknya, berbagai capaian tersebut harus menjadi pijakan untuk meningkatkan kualitas dan menghasilkan prestasi yang lebih tinggi.
“Keberhasilan hari ini bukan alasan untuk berhenti, melainkan pijakan untuk mencapai prestasi yang lebih tinggi,” ungkapnya.
Budiyono menyampaikan bahwa Universitas Lampung memiliki sejarah yang patut dibanggakan, potensi yang perlu terus dikembangkan, serta masa depan yang harus diperjuangkan bersama. Menurutnya, potensi tersebut perlu dioptimalkan melalui kerja nyata, komitmen, dan semangat untuk terus melakukan perbaikan.
Ia juga menekankan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab yang lebih luas daripada sekadar mempertahankan pencapaian akademik. Universitas harus terus memperkuat perannya dalam pengembangan ilmu pengetahuan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, dan pemberian kontribusi bagi masyarakat.
Karena itu, kemajuan Unila perlu ditempatkan sebagai tanggung jawab bersama seluruh sivitas akademika. Kepemimpinan memiliki peran penting dalam menentukan arah institusi, tetapi keberhasilan juga membutuhkan partisipasi, profesionalisme, dan komitmen dari seluruh unsur yang ada di dalamnya.
Bagi Budiyono, ukuran keberhasilan seorang pemimpin bukanlah besarnya kekuasaan yang dimiliki, melainkan dampak positif yang dihasilkan serta nilai-nilai kebaikan yang diwariskan.
“Sebab, pada akhirnya, ukuran keberhasilan seorang pemimpin bukanlah seberapa besar kekuasaan yang dimiliki, melainkan seberapa luas manfaat yang dirasakan dan seberapa kuat kebaikan yang diwariskan,” katanya.
Pandangan tersebut menegaskan pentingnya menempatkan jabatan sebagai amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Kepemimpinan, dalam hal ini, tidak hanya berorientasi pada pencapaian selama masa jabatan, tetapi juga pada manfaat berkelanjutan yang dapat dirasakan oleh institusi dan masyarakat.
Bawa Nama Unila Semakin Diperhitungkan di Tingkat Dunia
Lebih lanjut, Budiyono mengajak seluruh elemen Universitas Lampung untuk memperkuat kebersamaan dalam menghadapi tantangan pendidikan tinggi yang terus berkembang. Ia menekankan perlunya mengoptimalkan potensi universitas agar mampu melahirkan pencapaian yang lebih besar dan memperluas kontribusinya.
Menurutnya, sejarah dan potensi yang dimiliki Unila merupakan modal penting untuk menatap masa depan. Namun, modal tersebut perlu disertai visi yang jelas, integritas dalam bekerja, serta kesungguhan dalam menjalankan berbagai upaya pengembangan institusi.
Budiyono menegaskan bahwa Unila harus terus bergerak maju, tidak hanya dengan mempertahankan pencapaian yang telah diraih, tetapi juga dengan memperluas dampak dan meningkatkan kontribusinya di tingkat nasional maupun internasional.
“Saatnya melampaui pencapaian, memperluas dampak, dan membawa nama Universitas Lampung semakin diperhitungkan di tingkat dunia,” ujarnya.
Ia mengajak seluruh sivitas akademika untuk memandang kemajuan Unila sebagai cita-cita bersama yang membutuhkan konsistensi dan kerja sama. Setiap potensi yang dimiliki universitas, menurutnya, perlu diarahkan untuk mendukung pengembangan institusi dan menghasilkan manfaat yang lebih luas.
Budiyono juga menekankan bahwa visi besar harus dibangun di atas landasan nilai-nilai yang kuat. Integritas, keteladanan, dan pengabdian harus tetap menjadi pegangan agar setiap langkah yang diambil tidak hanya mengejar pencapaian, tetapi juga menjaga kepercayaan dan tanggung jawab terhadap institusi.
Karena itu, ia mengajak seluruh hadirin untuk menjadikan pengabdian sebagai landasan dalam bekerja, integritas sebagai prinsip dalam bertindak, serta visi sebagai arah untuk melangkah ke masa depan.
“Mari mengabdi dengan hati, bekerja dengan integritas, dan melangkah dengan visi yang melampaui batas,” tuturnya.
Tutup Paparan dengan Pantun dan Pesan Kebersamaan
Menjelang akhir paparannya, Budiyono menyampaikan harapan agar seluruh ikhtiar untuk memajukan Universitas Lampung mendapat rida Allah SWT. Ia berharap upaya pengembangan Unila dapat memberikan manfaat yang lebih luas, tidak hanya bagi lingkungan kampus, tetapi juga bagi masyarakat, bangsa, dan negara.
Harapan tersebut sekaligus menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab dalam mendukung kemajuan masyarakat melalui pendidikan, pengembangan ilmu pengetahuan, dan pengabdian.
“Semoga Allah SWT meridai ikhtiar kita demi kemajuan Universitas Lampung, masyarakat, bangsa, dan negara,” ucapnya.
Sebagai penutup, Budiyono membacakan pantun yang berisi ajakan untuk menyambut Pemilihan Rektor (Pilrek) Unila dengan semangat positif, kegembiraan, dan kebersamaan.
“Dari Unila kita merajut asa,
Nomor dua melangkah membawa cita-cita.
Mari kita sambut Pilrek Unila dengan riang gembira,
Bersama semuanya kita songsong kejayaan Unila!” serunya.
Pantun tersebut menjadi penutup paparan Budiyono sekaligus menyampaikan pesan tentang pentingnya menjaga semangat kebersamaan dalam proses pemilihan rektor. Ia kemudian menyampaikan terima kasih dan salam hormat kepada seluruh hadirin.
Melalui paparannya, Budiyono menempatkan integritas, kebijaksanaan, keteladanan, dan pengabdian sebagai nilai utama dalam kepemimpinan.
Ia juga menekankan bahwa masa depan Universitas Lampung membutuhkan komitmen bersama untuk terus berkembang, memperkuat persaudaraan, serta memperluas manfaat bagi masyarakat.
Dengan semangat tersebut, kemajuan Unila diharapkan menjadi tujuan bersama yang diwujudkan melalui kerja nyata, profesionalisme, dan visi jangka panjang demi memperkuat peran universitas di tingkat nasional maupun dunia.
![]()
